Selasa, 13 Oktober 2020

Feeling So Blessed

HALO!
apa kabar nih blogkuuuu?

Alhamdulillah gue ngerasa sangat bersyukur banget beberapa bulan ini.
Gue merasa setiap harinya bahagia tapi gak tau bahagia karena apa.
Walau kenyataannya sebenernya keadaan gue tidak ada yang berubah, tapi batin gue terasa hangat dan rasanya kayak full.

Bawaannya semangat terus dan terus dan gue bersyukur dikelilingi orang-orang yang baik!
Mungkin itu kali yaaa yang membawa vibe positif ke dalam diri gue?

Setiap hari ada aja hal yang buat selalu senyum-senyum dan tertawa.
Alhamdulillah sekali lagi.

Semoga akan terus membaik setiap harinya.




Semoga harimu juga begitu ya, para pembaca setia blogku.

Minggu, 13 September 2020

Gue sering dengar kata-kata "lo deket sama orang, cek selera musiknya"

dulu, waktu gue lagi dideketin sama orang, gue curhat sama temen gue, terus temen gue nanya selera musiknya doi apa. Gue bingung jawabnya, karena ya gak nentu. Dan temen gue ini menyepelekan "dengerin kayak st12 ya doi?", terus gak gue tanggepin, karena ya emang gak tentu musik yang dia dengar.

gue dulu mikir orang yang denger musik gak sesuai sama selera gue, orang itu gak cocok sama gue.

sekarang gue mikir kayak, dih siape lu nad mengunderestimate orang yang hanya selera musiknya berbeda dengan gue. sok bangeeeet, kayak udah paling asik dan bener aja gue.

setelah gue bertemu dengan banyak tipe orang, ya selera musik gak menentukan kepribadian orang. geli banget sih gue sekarang kalau lihat mereka-mereka yang menentukan sifat orang dari selera musik.

sama halnya seperti orang mengklasifikasi sifat berdasarkan zodiak, aneh banget???

karena ya namanya sifat manusia itu umum semuanya ada baik dan buruk. tergantung pribadi masing-masing aja. bukan tergantung zodiak, shio, selera musik, selera film, selera makan, selera buku, dll.


Shame on you yang menjustifikasi manusia berdasarkan hal-hal tersebut.

Selasa, 25 Agustus 2020

Mary Poppins in Real Life

Sebelum baca, di play dulu sound nya :D 

Allah selalu menjawab doa-doa gue ketika gue sudah beradaptasi dan merasa nyaman dengan tempat yang sekarang ini,
Pada akhirnya, gue malah harus mengucapkan dadah ke mereka.
Padahal hal ini yang selalu gue impi-impikan dan inginkan sedari dulu, tapi kok nggak dijawab-jawab.
Sampai pada akhirnya gue merasa mulai nyaman dan ternyata saat gue sudah merasa nyaman alhamdulillah Allah kasih jawaban baik atas doa-doa gue.  
-

Gue jadi teringat film Mary Poppins, kita semua pasti sudah tahu film itu bercerita tentang apa.
Intinya, Mary Poppins datang untuk menata keluarga yang sedang berantakan agar menjadi rapih, ketika Mary Poppins datang, para anggota keluarga merasa tidak nyaman, lalu ketika sudah merasa nyaman dan sudah menjadi rapih dan baik, Mary Poppins-pun pamit untuk pergi karena tugasnya sudah selesai.

-

Itu yang sedang gue alami,
Hidup gue seperti sedang ditata rapih oleh Allah,
ketika sudah rapih dan baik, Allah memberikan lagi kehidupan baru,
jawaban yang Allah kasih atas permintaan dan doa-doa gue selama ini dan Allah membawa gue ke level berikutnya. 

 -

Gue lagi sayang - sayangnya sama teman-teman kantor gue, gue lagi nyaman dan aman sekali berada di kantor. Sekeliling gue-pun semakin baik dan semakin menyenangkan suasananya. 

Terima kasih untuk kalian yang sudah mau berteman denganku dari day-1 sampai last dayku!
Aku nothing without kalian la ini asli.
(HUHU MULAI BAPER NIH GUE)

 - 

Beruntungnya, gue pamit dalam keadaan baik-baik saja. 
Gue harus pamit, pamit kepada mereka yang sudah menemani gue 3 tahun terakhir ini.
Sampai jumpa lagi teman-temankuuuu.
Perpisahan sudah sering gue hadapi dan jalani, tapi gak ada satupun yang terasa biasa-biasa saja.
Gue tidak janji untuk tidak lupa satu sama lain, tapi gue berusaha untuk selalu ingat kebaikan kalian semua. 




- Love,πŸ’–

Selasa, 28 April 2020

Jumat, 17 April 2020

Kecebur Sistem

Manusia se-idealis gimanapun, kalau sudah masuk sistem... BYARRRR berubah. Tapi mestinya kalau memang dia idealis, dia gak akan berencana masuk sistem apalagi kecebur. Pada akhirnya kita harus mewajari realita yang ada. Bener-bener benci banget kenapa bisa kayak gitu.

Gue pun salah satu yang kecebur dalam sistem yang dulu gue benci banget. Gue berfikir "gue bisa nih mengubah polanya mengubah sistemnya pelan-pelan dengan gue yang udah terlanjur ada dalam sistem ini. Sampai pada akhirnya gue menyadari, sulit, bisa tapi sulit. Apalagi kalau gak ada power, mau dari mana ubahnya? paling cuma bisa untuk lingkup lo sendiri, bukan lingkup sistem sekitarnya. Pada akhirnya, tetap cara mereka yang menang.

Gue pun menyerah, menyerah bukan dalam artian ikut arus sistem yang menurut gue mesti disudahi. Tapi menyerah, gue cukup hidup dengan cara gue sendiri untuk diri gue sendiri. Lagi-lagi gue salah, jadinya individualis. Ah tapi gimana? bagi gue ini sulit.

Sampai pada akhirnya, untuk apa gue terlalu berusaha berkontribusi yang padahal mereka pun tidak memikirkan sekeliling.

-

Sekarang, gue cuma bisa tersenyum aja, lihat mereka, orang-orang terdekat gue yang dulu bilang gue sudah berubah karena kecebur sistem ini, kini mereka yang seperti itu. Cuma mau ingetin aja, jangan kelamaan. Gak baik. Emang terlihat kalian itu paling benar, dengan cara kalian. Tapi yang diluar 'bubble' lihat kalian tuh gak jauh beda sama yang kalian benci, sama seperti mereka-mereka. Sadar hey.

Kamis, 16 April 2020

Untung lagi masa WFH

Kamu percaya insting tidak?
Aku percaya

Selalu percaya.

Beda ya antara insecure
Beda juga ya antara malas

Awalnya aku tidak percaya
Awalnya aku kira juga itu semua sama

Tapi nggak lho

Misal,
Hari ini aku mau ke kantor
Sudah mandi, berpakaian rapih dan formal, make up ala kantor, pakai wewangian
Ketika ambil tas, tiba-tiba ada sekelebat visual kalau aku jangan ke kantor

Seniat apapun, rasanya sesak kalau dipaksa
Seperti panic attack, tapi ringan

Tapi aku paksa saja,
Sudah turun melangkah mau buka pintu ke luar rumah
Tetap saja visual itu muncul lagi dan sesak

Akhirnya, tidak jadi ke kantor.

Ada apa di kantor?
Mana aku tahu

Tapi setiap aku memaksa menolak insting itu,
Akan ada hal yang bikin "kan bener apa kata gue"

-

Tidak hanya sekali,
Atau tiga kali

-

Tapi selalu setiap insting itu ada
Dan rasanya, sangat-sangat bikin lelah
Gak bohong
Rasanya mau nangis karena menguras tenaga

Tapi aku tidak tahu harus bertindak apa
Hanya bisa berharap, insting itu lewat begitu saja dan menghilang
Yang entah kapan hilangnya
Sampai kapan?
Entah,
Semaunya insting itu saja

Rabu, 15 April 2020

Sebentar Lagi

Gue yakin gue akan mendekati tujuan itu
Impian yang sampai sekarang selalu berbinar-binar membayangkannya

Selalu membayangkan gue ada di posisi itu
Bisa Nad, saatnya fokus dengan apa yang lo senangi

Kali ini maksimalkan usaha
Mungkin memang ini sudah mau diaminkan sama Tuhan sedari awal
Tapi selalu menunda-nunda, kebiasaan manusia memang

Nah, sekarang semangat terus!!
Gak sabar gak sabar gak sabar

Semua orang bisa sampai tujuan itu,
Gue pun pasti bisa!

AAAKKK ngebayanginnya saja sudah bahagia
ayo ayo ayo bisa Nadira!  😼😼😼

Tenang Saja

Kaki terus bergerak
Kepala tetap ditempat
Tapi rasanya tidak pernah lelah

-

Kaki hanya diam 
Kepala rasanya sedang menjelajah
Entah apa yang sedang dijamah

Tapi rasanya lelah sekali,
Lelah hingga sela-sela nadi

-

Lebih senang bermain
Menggerakan semua anatomi badan
Daripada harus diam
Menggerakkan isi pikiran

-

Tapi tenang,
Semua orang-pun pernah tidak tenang

Selasa, 07 April 2020

21



Je t'aime, mon chΓ©r
non
Je ne sais pas
ah, attendez un peu!

je t'aime
oui



Oui
Joyeux Anniversaire




C'est la vie

Senin, 30 Maret 2020

Hari Kesebelasan

Udah hari ke 11 sejak gue disuruh WFH oleh kantor

Hari pertama, kedua, ketiga fine-fine aja. Main Piano, yang tadinya gak pernah disentuh sama sekali dari SD. Liat-liat taneman emak gue yang sudah mulai berbuah (ada jeruk, ada cabe rawit, ada cabe keriting), bersih-bersih lemari, bikin Essay (yang sungguh butuh niat penuh untuk ngerjainnya).

Sampai sekarang hari kesebelas, gak tau lagi mesti apa. Sejak karantina ini, gue jadi paham rasanya jadi Kublo dan Otter (kucing-kucing gue) yang gak pernah gue izinin keluar rumah, karena selain takut hilang juga gue takut dia ketularan penyakit. Gini toh rasanya, makan tidur makan pup tidur makan muntah dan repeat. Mending kita, bisa main sosmed, telfonan sama manusia lain.

Manusia tuh bener-bener mesti banyak bersyukur, apa ya, semua dimakan (tumbuhan dan hewan), semua diambil buat energi, semuamuamua didunia ini ada untuk manusia.

Tapi kadang suka iri sama Kucing kalo gue lagi papasan dijalan sama mereka, mereka rebahan aja di pohon disaat gue habis sedih karena gak achieve apa yang gue tuju. Atau iri liat Burung yang suka pergi kemana aja disaat gue harus mendem digedung bertingkat untuk bisa terus hidup.

Walau katanya binatang tidak punya akal, tapi apakah pernah binatang iri sama manusia ya?

Selama WFH ini, dari hari ke 4 gue suka takut tidur, akhir-akhir ini tidur malah jadi hal yang menakutkan untuk gue, karena suka mimpi hal yang gak mau jadi kenyataan, walau juga ada mimpi indah tapi gue sedih karena ternyata itu cuma mimpi. Literally mimpi, mimpi yang gak ada ngasih harapan apa-apa. Cuma mimpi.

Yaudah ah,  bye bye

Jumat, 27 Maret 2020

Terima Kasih

Bagaimana bisa gue tidak bersyukur
Bertemu dengan seseorang yang bisa mengerti apapun

Jahatnya selama ini gue masih menganggap dia jahat,
Mana ada manusia yang tahan dengan keegoisan manusia lain, selain dia?

Kamis, 26 Maret 2020

Selesai Yang Tidak Berjalan

Katanya kita serahkan semua pada Tuhan,
Tapi 8 tahun sudah dilalui
Jawabannya selalu mengarah ke awal


Bagaimana Tuhan?
Apa jawaban yang sebenarnya?

Cukup lelah untuk menjalani seperti ini


Sejujurnya ingin menyelesaikan,
Tapi keinginan tidak bisa sejalan dengan perasaan

Perasaan yang gak pernah hilang,
Keinginan yang selalu ingin menghilang
Membuat semua serasa terambang


Gue pikir sudah terbiasa dengan apa yang sudah gue lalui
dan tidak akan sakit lagi,
Ternyata beda,
Sakit akan selalu ada
dan rasanya tidak akan pernah menjadi biasa

Gue pikir, semua ini sudah selesai
Ternyata dipaksapun tidak akan pernah selesai


Melihatnya bahagia saja sudah membuat gue bahagia,
Bohong.
Itu hanya kata omong kosong belaka
Sakitnya sakit sekali


Bagaimana bisa kita bahagia dengan apa yang sedang dirasa ini?
Tapi setelah gue ingat-ingat lagi,
ya kita bukan bahagia,
tapi memaklumi dan tersenyum
"biarlah, dia berhak bahagia"




Rabu, 26 Februari 2020

Sekali Lagi

Sekali lagi

dulu, setiap waktunya mendekati
mendekati untuk saatnya berpisah
gue selalu bilang "ayo, ini untuk yang terakhir kali, kan besok udah nggak bisa"

"ayok nonton konser bareng yuk, nanti kan kita udah gak bisa lagi"
"kesini yuk, buat yang terakhir"
"kapan lagi, kan besok-besok udah gak bisa"

tapi ternyata
hal itu, yang gue bilang buat terakhir kali, malah menjadi sekali lagi


sampai nggak terasa, yang sekali lagi itu menjadi yang terakhir kali


nonton konser terakhir kali
makan bareng terakhir kali
bercengkrama untuk terakhir kali


dan tidak ada lagi terakhir kali untuk sekali lagi

Senin, 24 Februari 2020

Siap?

Gue gak siap
Gue belum siap
Tapi gue harus siap

Keadaan yang tidak bisa dipaksakan
Ketika seharusnya bisa lebih sederhana
Tetapi waktu membuat semua menjadi rana

Kenapa?
Kenapa selalu insting yang kuat?
Kenapa kita diberi intuisi kuat walau pada akhirnya harus masing-masing?
Tidak bisa menjadi kesatuan sajakah?

Perasaan ini mengganggu,
Sangat mengganggu untuk kemajuan masing-masing
Atau memang seharusnya maju bersama-sama?

Bagaimana caranya, Tuhan?
Sulit sekali mendapat jawaban

Masing-masing dari kami telah melalui (terlalu) banyak hal sulit
perasaan ini lagi yang selalu muncul?


Harus bagaimana lagi Tuhan?

8 tahun?
10 tahun?
20 tahun lagikah baru terjawab?

Aku lebih memilih mati saja
ketimbang hidup tapi serasa mati.

tidak peduli yang lalu, tidak pula akan datang saat ini, sekarang, ialah hal yang paling utama. tersadar bahwa hidup yang sebenar-benarnya