tengah malam tadi terbangun,
kemunculannya tiba tiba datang di dasar alam sadar,
tidak sekali dua kali, akhirnya memberanikan diri menghampiri,
walau ternyata itu dalam kepala,
tapi sayangnya,
muncul dalam kasihan.
melihat kehidupannya yang penuh garis-garis kusut,
tatapan penuh bersalah itu,
sering kulihat saat dia seketika membabak belurku,
tapi yang tadi malam itu , karena pikiran penuh bising,
buatku tersadar kalau dia perlu pertolongan.
dalam mimpi itu
yang terbaik sudah dijalani
lalu terbangun dengan rasa yang lelah
rasa kasihan itu menguliti ku,
hingga seharian ini,