Senin, 23 Oktober 2017

Perjalanan Ke Morocco Hari Kedua

Hari kedua yang juga hari terakhir gue di Casablanca, Marocco.
pagi-pagi ibu gue udah heboh karena minum air keran. jadi malem-malem ibu gue kehausan, dan biasanya setiap pergi kita selalu dapet minum, tapi kali ini nggak. terus ibu gue malem-malem bangun nyari minum, ada sih minuman di tas gue sisa perjalanan di pesawat tapi itu juga udah setengah, terus mau beli tapi udah malem, jadinya ibu gue minum air keran. dipikir ibu gue air keran disini sama di eropa sama-sama bisa diminum, ternyata nggak hahaha, sama aja kayak di Indonesia.
terus kita siap-siap pergi ke kota Rabat dan Tangier, tapi sebelumnya gue sama ibu gue jajan minuman dulu takut kehausan lagi hahaha. 



Terus kita siap-siap pergi ke daerah kota biru, namanya Rabat. jadi di kota Rabat ada daerah namanya Casbah, itu adalah tempat pemukiman kayak di Santorini, Yunani. Casbah ini adanya di tepi Samudera, jadi rumahnya di cat berwarna putih biru. Penduduk asli setempat dan penduduk pendatang yaitu Yahudi tinggal bersama di daerah tersebut. penduduk asli setempat punya alasan kenapa setiap rumah di cat berwarna biru putih ya untuk melambangkan perdamaian gitu karena bagi mereka, warna biru melambangkan perdamaian ceunah. jadi maksudnya saling menghargai dan menjaga satu sama lain dengan penduduk pendatang. 

Karena Casbah ini jadi kota wisata, ada  pedagang souvenir di rumah-rumah tersebut.  

Lalu lanjutlah perjalanan kita ke Tangier, tapi sebelumnya stop by dulu di Mohammed V Mausoleum dan Hasan Tower yang merupakan menara masjid yang gak selesai pembangunannya.

Setelah foto-foto dan lihat-lihat, kita pergi ke restaurant untuk makan siang dan lanjut perjalanan ke Tangier untuk nginap disana, tempat persinggahan kita untuk nyebrang ke Spanyol besok pagi.

Sesampainya di Tangier, kita mampir ke atas bukit untuk melihat Samudera yang tidak pernah bersatu, yaitu Samudera Atlantik dan Samudera Pasifik, sayangnya kita sampai pas udah mau magrib, jadi keliatan dari atas bukit gak terlalu terlihat jelas. huhu tapi terharu akhirnya bisa melihat secara langsung walau hanya dari atas bukit bukan atas kapal. 
Sayang banget foto-foto pemandangan gue udah hilang di handphone yang udah rusak itu :'( jadi mon maap ini fotonya muka-muka saya semua gitu.








Selasa, 10 Oktober 2017

Perjalanan ke Morocco Hari Pertama

Gue mau share pengalaman gue waktu jalan-jalan ke Morocco.. Dari dulu gue emang sangat mengimpikan buat bisa injak kaki di sana.. semenjak nonton Film Children of Heaven sih.. oke oke gue tau kalo film ituuuu bukan asli dari Morocco. hmmmmm dari mana ya gue mulai sukanya, oh ya waktu kecil, setiap bulan puasa suka ada kan acara tv yang mendidik gituuuu tentang jazirah negara islam, nah salah satunya bahas tentang Morocco, sejak itu gue suka. alasan lain gue sukaaa banget sama negara timur tengah tuh salah satunya itutuuuh semuanya unik bangettt dari kain-kainnya yang unik sampai bangunannyaaaa.... oh ya gue emang suka Morocco, tapi sampai sekarang gue belum pernah nonton film Casablanca hahahaha.

Oh iya ingin mengklarifikasi dahulu nih sebelumnya, kebanyakan foto-foto yang gue upload ini isinya ada orangnya sebadan-badan, jarang ada yang cuma pemandangan doang, soalnya handphone gue rusak dan foto nya pada kehapus semua kecuali dari aplikasi editing dan kiriman dari Whatsapp Mamaku.

oke saatnya mulai cerita perjalanan gue aja lah ya. ya!
Gue setiap jalan-jalan sama orang tua (jalan-jalan yang bukan di dalam negri) pasti kami selalu pakai  agensi Travel. Yang pertama karena orangtua gue itu pasti maunya yang sudah pasti-pasti, mulai dari tempat tinggalnya sampai makanannya. Yang kedua karena bahasa, kebanyakan kami pergi ke negara luar yang bahasanya pakai bahasa lokal mereka, bukan bahasa inggris. Jadi kami juga mau cari aman dan intinya, PASTI.

Jadi, kami berangkat pakai pesawat Qatar, seperti biasa transit dulu di Doha.. gue kurang hapal sih berapa jam nya, kurang lebih Jakarta - Doha sekitar 8 jam, lalu transit 3 jam, lanjut lagi Doha - Casablanca sekitar 8 jam jugaa.
Lalu sampailah kami menginjakkan kaki di Mohammed V International Airport, Bandara internasional di Casablanca.
Ini dia penampakan Bandara International-nya Casablanca,
tidak ada yang spesial sih.
Jauh dari ekspektasiku bahwa bandara Internationalnya akan semewah
Doha atau Qatar (kalau Abu Dhabi atau Dubai jangan dibandingkan).

Sesampainya di Morocco gue seneeeeng parah... Gak ngerti lagi mesti nyengir-nyengir atau gimana yang jelas gue bingung harus bertindak apa jadi gue berakting normal saja seperti tidak ada yang spesial padahal SENENG PARAHHH... sesampainya masuk kota Casablanca, gue merasa kok kotanya sepiiiii banget. kayak gak ada kehidupan banget deh. Gue bingung kan soalnya Casablanca kan kota terbesar dan pusat perdagangan di Maroko (sekarang gue ganti penulisannya Maroko aja yah)! Setelah gue tanya tour guide, dia bilang iya karena hari minggu, jadi kebanyakan mereka lebih banyak ngabisin waktu dirumah. Beda aja sama kota-kota di negara-negara besar lainnya, gak weekend gak weekdays, rame terus.

Nah ini yang tadi gue bilang cuma boleh foto disini aja.
idak dimana-mana.
Terus kita menuju  King's Palace, disana cuma dibolehin foto-foto aja dari luar dan gak boleh ambil foto terlalu jauh, maksudnya sampe keliling-keliling cari spot foto gak boleh, cuma boleh di depan doang pokoknya. so sad..

Pemukiman Casablanca

Nah setelah kita mengunjungi King's Palace, kita jalan menuju tempat bis parkir dengan menyusuri pemukiman warga Casablanca ini. Beginilah kira-kira penampakan pemukiman disana.


Hamsa: Hand of Fatima
Jadi setiap pintu rumah penduduk, mereka pasang buat ketok - ketok pintu atau Knock Door bentuknya kayak tangan gitu, kalian kalau anak Hippies-hippies pasti tau ini lambang apa. Sebenernya ini adalah lambang Khamsa atau Hand of Fatima. Khamsa ini dari bahasa arab artinya Lima, dilambangkan dari Lima Rukun Islam. Mereka sengaja pasang di depan pintu karena mereka mempercayai Hand of Fatima ini dapat "menangkal" dari mata jahat, makanya ada mata di tengah bentuk tangan itu.. Yaa maka nya mereka masang lambang ini di setiap depan pintu utama rumah mereka, karena menurut mereka itu adalah lambang perlindungan dan keberuntungan.. dengan begitu banyak souvenir bentuk ini mulai dari gelang, kalung sampai pajangan yang laku. Jadi lambang ini juga membawa rejeki untuk mereka, yaitu sebagai mata pencaharian mereka untuk souvenir para turis.

Setelah dari King's Palace, kita caw pergi keeee...... PANTAI! YEAY! Selama perjalanan menuju pantai, kita ngelewatin pusat perbelanjaan dan pemukiman yang ternyata..... RAMAI. Ternyata ramainya tuh di dekat-dekat pantai loh. Gue kira ini kota orang-orang nya bener-bener quality time dirumah. Nah deket pantai ini juga banyak pemukiman mewah, bener-bener mewah yang kayak di film-film Hollywood kalau lagi shooting yang atmosfer nya arab-arab gitu. disini juga bertebaran produk-produk amerika disana ya tau kan itu apa aja dari coffee shop sampai fastfood.
Ini foto mamaku di pinggir laut samudra atlantik,
sambil nyemil kacang ditangannya
Sesampainya di pantai, gue bener-bener ngango, bengong gitu... Masha Allah.. gue bener-bener berada di benua Afrika?? BENUA AFRIKA???? masih terbayang-bayang gue lihat-lihat lautnya, pantainya, orang-orangnya, jalanannya, tanahnya, bangunannya....  dan ini gue di pinggir laut Mediteranian?? SUPER EXCITED saat itu! saat gue heboh gitu ke ibu gue, pak Paulus (tour guide kami) berkata bahwa ini laut bukan laut mediteranian, tapi Samudra Atlantic, terus gue tanya "kapan pak kita kesana? kita nanti naik kapal buat liat perbatasan laut yang ketara itu juga pak?", namun sayang jawaban pak Paulus tidak membuat gue bahagia huhu, jadi nanti kami bisa mampir ke perbatasan atau pertemuan antara laut atlantik dengan laut mediterania dari atas aja bukan dari kapal HUHU, tapi nanti hari terakhir di maroko kami liatnya. Saat itu juga gue tidak bisa bertindak dan berkata apa-apa lagi selain sabar menunggu hari itu!! oh ya katanya, warga maroko ini disebut White African, hmm mungkin karena mereka berkulit putih? 
Depan Restaurant yang ramai pengunjung,
karena menyuguhkan pemandangan laut
Semacam kayak di Beverly Hills gitu ya

tampak depan pintu masuk menuju perkarangan mesjid Hassan II


Sebenernya tujuan utamanya tidak di pantai, tapi ke Hassan II Mosque, yang tepatnya ada di pinggir pantai. Mesjid ini dikatakan mesjid terapungnya Casablanca, karena kalau air laut pasang ini terlihat seperti terapung diatas air laut sama seperti mesjid terapung di Jeddah. 

Setelah ngaso-ngaso di pantai, kami pun menuju Masjid Hassan II untuk Solat Dzuhur, memang tour guide nya sengaja ngajak kita nyantai-nyantai di pinggir pantai untuk nunggu waktu Dzuhur disana.

Nah ini tampak di perkarangan mesjid Hassan II.
Bagus banget Ya Allah







Oh iya suhu di maroko saat itu dingin tapi anget. Bisa dikatakan sejuklah.

Sesudah kami Solat Dzuhur disana, kami diajak menuju tempat makan siang di dekat situ juga. Makan makanan lokal disana. Sayang sekali gue tidak ada foto makanannya. Makanannya semacam makanan arab tapi lebih kering lagi.Tapi kami sudah menyiapkan senjata makan yang ampuh, yaitu saos sambal! makanan apapun disana akan terasa mendingan kalau pakai saos sambel :(



Itu yang ada menara tempat belanja kami,
namanya Old Medina. Old medinanya Casablanca ya

Sehabis makan, kami lanjut jalan-jalan keliling kota Casablanca, kelilingnya gak jauh-jauh banget dan didalam bis aja liat-liatnya gak turun. Pas di dalam bis, ibu-ibu seperti biasa nanya "ada shopping-shopping gak pak Paulus?" dan ketika pak Paulus menjawab keresahan ibu-ibu, seketika itu juga ibu-ibu tenang, karena.......YA BETUL! Akhir tujuan  terakhir hari itu kami diajak ke pusat perbelanjaan di maroko, namanya Old Medina. Jangan harap tempatnya kayak yang di film-film atau cuplikan-cuplikan iklan yang syutingnya di  tempat perbelanjaan Maroko yang aestetik itu. karena sesungguhnya tempatnya yang kita lihat di tivi-tivi itu kebanyakan di Marakech bukan Casablanca.



Namnun keheningan ibu-ibu tersebut pecah seketika, ketika pak Paulus bilang "30 menit aja ya ibu-ibu kita belanjanya". Bayangin... seorang ibu-ibu atau wanita disuruh belanja 30 menit???!! berasa sedetik itu mah. Kericuhan demi kericuhan dan negosiasi pun tak di waro oleh pak Paulus, 30 menit tetaplah 30 menit, karena hari telah sore dan kami harus sampai di hotel sebelum malam tiba karena udah janji sama pihak hotelnya jam segitu.

Sesampainya di Pusat perbelanjaan, kami lihat-lihat, hmmm... hmmm... oke benar kata pak Paulus kalau 30 menit saja sudah cukup bagi kami. Karena barang-barang yang di jual tidak seperti yang kami harapkan dan kami bayangkan sebelumnya, apalagi mahal-mahal dengan kualitas barang yang seperti itu!

Baiklah pak Paulus, kami menuruti anda sebelum 30 menit bahkan kami sudah pulang menuju hotel. hahahahaha.

Sesampainya di hotel, sampai juga pada penghujung cerita hari pertama perjalanan gue ke kota Casablanca di Maroko atau Morocco.

Ditunggu ya cerita perjalanan gue yang lainnya!




tidak peduli yang lalu, tidak pula akan datang saat ini, sekarang, ialah hal yang paling utama. tersadar bahwa hidup yang sebenar-benarnya