Senin, 30 Maret 2020

Hari Kesebelasan

Udah hari ke 11 sejak gue disuruh WFH oleh kantor

Hari pertama, kedua, ketiga fine-fine aja. Main Piano, yang tadinya gak pernah disentuh sama sekali dari SD. Liat-liat taneman emak gue yang sudah mulai berbuah (ada jeruk, ada cabe rawit, ada cabe keriting), bersih-bersih lemari, bikin Essay (yang sungguh butuh niat penuh untuk ngerjainnya).

Sampai sekarang hari kesebelas, gak tau lagi mesti apa. Sejak karantina ini, gue jadi paham rasanya jadi Kublo dan Otter (kucing-kucing gue) yang gak pernah gue izinin keluar rumah, karena selain takut hilang juga gue takut dia ketularan penyakit. Gini toh rasanya, makan tidur makan pup tidur makan muntah dan repeat. Mending kita, bisa main sosmed, telfonan sama manusia lain.

Manusia tuh bener-bener mesti banyak bersyukur, apa ya, semua dimakan (tumbuhan dan hewan), semua diambil buat energi, semuamuamua didunia ini ada untuk manusia.

Tapi kadang suka iri sama Kucing kalo gue lagi papasan dijalan sama mereka, mereka rebahan aja di pohon disaat gue habis sedih karena gak achieve apa yang gue tuju. Atau iri liat Burung yang suka pergi kemana aja disaat gue harus mendem digedung bertingkat untuk bisa terus hidup.

Walau katanya binatang tidak punya akal, tapi apakah pernah binatang iri sama manusia ya?

Selama WFH ini, dari hari ke 4 gue suka takut tidur, akhir-akhir ini tidur malah jadi hal yang menakutkan untuk gue, karena suka mimpi hal yang gak mau jadi kenyataan, walau juga ada mimpi indah tapi gue sedih karena ternyata itu cuma mimpi. Literally mimpi, mimpi yang gak ada ngasih harapan apa-apa. Cuma mimpi.

Yaudah ah,  bye bye

Tidak ada komentar:

tidak peduli yang lalu, tidak pula akan datang saat ini, sekarang, ialah hal yang paling utama. tersadar bahwa hidup yang sebenar-benarnya