Rabu, 26 Februari 2020

Sekali Lagi

Sekali lagi

dulu, setiap waktunya mendekati
mendekati untuk saatnya berpisah
gue selalu bilang "ayo, ini untuk yang terakhir kali, kan besok udah nggak bisa"

"ayok nonton konser bareng yuk, nanti kan kita udah gak bisa lagi"
"kesini yuk, buat yang terakhir"
"kapan lagi, kan besok-besok udah gak bisa"

tapi ternyata
hal itu, yang gue bilang buat terakhir kali, malah menjadi sekali lagi


sampai nggak terasa, yang sekali lagi itu menjadi yang terakhir kali


nonton konser terakhir kali
makan bareng terakhir kali
bercengkrama untuk terakhir kali


dan tidak ada lagi terakhir kali untuk sekali lagi

Senin, 24 Februari 2020

Siap?

Gue gak siap
Gue belum siap
Tapi gue harus siap

Keadaan yang tidak bisa dipaksakan
Ketika seharusnya bisa lebih sederhana
Tetapi waktu membuat semua menjadi rana

Kenapa?
Kenapa selalu insting yang kuat?
Kenapa kita diberi intuisi kuat walau pada akhirnya harus masing-masing?
Tidak bisa menjadi kesatuan sajakah?

Perasaan ini mengganggu,
Sangat mengganggu untuk kemajuan masing-masing
Atau memang seharusnya maju bersama-sama?

Bagaimana caranya, Tuhan?
Sulit sekali mendapat jawaban

Masing-masing dari kami telah melalui (terlalu) banyak hal sulit
perasaan ini lagi yang selalu muncul?


Harus bagaimana lagi Tuhan?

8 tahun?
10 tahun?
20 tahun lagikah baru terjawab?

Aku lebih memilih mati saja
ketimbang hidup tapi serasa mati.

tidak peduli yang lalu, tidak pula akan datang saat ini, sekarang, ialah hal yang paling utama. tersadar bahwa hidup yang sebenar-benarnya