Kamis, 01 Agustus 2024
Aussie
Gue tau kenapa Allah tidak mengabulkan doa-doa sesuai yang gue mau.
Baru 3 bulan aja di sini, rasanya separuh hidup gue kayak hilang.
saat gue merasa senang, rasanya kayak ada hal yang gak benar di hati gue, seperti bahagia tapi tidak bisa full. ternyata selama ini gue bahagia ketika bersama-sama dengan ortu gue, walau saat itu sedang tidak bahagia namun ada kebahagiaan tersendiri ketika dengan ortu gue.
berbeda ketika gue bahagia yang benar-benar dalam situasi senang, yang gue rasakan seperti tidak bahagia, karena gue tidak bisa bagi kebahagian yang gue rasakan ini dengan utuh karena tidak ada ortu disamping gue.
gue tau kenapa Allah mengabulkan doa gue lama sekali untuk merasakan kehidupan di luar negeri sebagai orang lokal. padahal dulu pernah ada seorang laki-laki yang datang ke rumah dan melamar gue kemudian mengajak gue untuk tinggal di benua eropa setelah menikah. benar saja jalan Allah bahwa gue tidak jadi dengannya, kalau jadi mungkin gue akan menangis 24/7 karena rindu rumah.
disaat sekarang, doa gue terkabulkan, untung saja gue tinggal di negara yang hanya 5 jam perjalanan dari/ke Indonesia, bayangkan kalau 12 bahkan 36 jam perjalanan? wah bisa nangis meraung-raung sangking rindunya.
sekarang gue sudah bisa ikhlas, karena Allah sudah memberikan gue kesempatan merasakan tinggal as a local. jadi gue memutuskan untuk berenti di negara ini dan pulang ke Indonesia walau visa gue valid untuk 2 tahun kerja, gue akan hidup dengan tulus bersama keluarga gue. gue akan meluangkan waktu bersama keluarga dengan sebaik-baiknya dan mengikhlaskan apa yang memang takdirnya untuk gue hidup di Indonesia bersama keluarga gue.
gue gak mau menyesal, selama ortu gue masih ada, gue akan bersama dengan mereka sepuas-puasnya.
till we meet again, Aussie.
Jumat, 22 Maret 2024
Mempersiapkan Kehilangan
kalau ditanya,
Jika dunia ini film, tentu gue adalah orang dari sudut pandang ketiga,
Atau bisa dikatakan gue bukan pemeran utama.
Gue adalah pemeran pendukung, atau bahkan figuran.
Gue seneng banget jadi orang yang mengamati sekeliling, rasanya seperti banyak tontonan yang bisa gue pilih sesuka hati.
Ada tontonan romansa, horor, komedi bahkan thriller. Itu bikin bisa menikmati kehidupan gue.
Selain itu juga menjadi orang dari sudut pandang ketiga tuh bisa dapat banyak pelajaran dan hikmah yang bisa diterapkan dalam kehidupan gue.
Sebagai orang dengan sudut pandang ketiga, gue harus mempersiapkan semua pemeran utama yang ada di hidup gue ketika mereka hilang.
Pada akhirnya, gue hanya sebagai pemeran pembantu dan mereka telah menemukan ending as a main character mereka sendiri.
tidak peduli yang lalu, tidak pula akan datang saat ini, sekarang, ialah hal yang paling utama. tersadar bahwa hidup yang sebenar-benarnya