Senin, 23 November 2015

Drama Skripsi

Hai
Udah lama banget gak curhat di blog.
Bulan november ini adalah bulan penuh berkah untuk gue, selain bulan Ramadhan ya.
Tanggal 5 November kemarin alhamdulillah akhirnya gue Sarjana Ilmu Pemerintahan, dan hari berikutnya gue ulangtahun hahahahahaha.

Oke gue akan menceritakan dari awal hingga akhirnya gue lulus.
Di jurusan gue ini, (kayaknya) satu-satunya jurusan penuh drama politik di FISIP Unpad
Angkatan kita (2011) merupakan angkatan pertama yang bisa lulus tepat tahun (4 tahun) dibandingkan angkatan sebelumnya. Biasanya angkatan sebelumnya paling cepet itu lulus 4,5 tahun.
Ketika ada seorang anak diangkatan gue yang sudah mulai memberikan Matriks Usulan Penelitian, kita seangkatan seperti kebakaran jenggot.
Semua jadi membara untuk bikin matriks UP.
Alhasil bulan november gue udah mulai ajuin skripsi dengan 3 judul yang sebelumnya sangat pusing gue buat.
Dari judul yang keren tentang efektifitas MRT dalam mengatasi kemacetan Jakarta, sampai tentang Implementasi Kebijakan Pemerintah dalam pengentasan angka putus sekolah.
Akhirnya salah satu judul yang gue harapkan pun terpilih.
Dari pengajuan judul sampai pengajuan bab 1 untuk dapatin dosen pembimbing penuh lika liku.

Setelah gue dapat Dosen Pembimbing Utama dan Dosen Pembimbing Pendamping akhirnya gue menyiapkan diri untuk tahap awal skripsi yaitu Seminar Usulan Penelitian,
Untuk bimbingan dengan dosen pendamping yang kebetulan adalah dosen baru dijurusan gue ini sangat lamaaaaaa dan banyak lika liku.
Awalnya sempet senang dapat dospem ku yang ini tapi kok lama - lama sedih juga, dospem gue beda sama yang lain. Oke mungkin dosen baru jadi masih melihat-lihat dan adaptasi jadi dosen pembimbing bagaimana.
Sempet sedih dan kesel sendiri sih, karena teman-teman yang lain itu kayaknya kok lancar dan gampang banget ya untuk lanjut ke tahap Seminar UP, cuma 2-3 kali bimbingan sudah langsung. Sedangkan gue sampe 10 kali bimbingan. Belum lagi bimbingan ke dosen Utama.
Karena target gue adalah agustus udah wisuda, jadi paling lambat bulan juli udah sidang.

Setelah dilakukan jadwal ulang dengan dosen-dosen pembimbing ku dan dosen penguji akhirnya 2 hari setelahnya gue resmi S.UP. (Di jurusan gue untuk sidang di jadwalin setiap hari selasa dan kamis dan minimum kuota 5 maksimum kuota 10, lebih dan kurangnya maka tidak diadakan sidang yang pada akhirnya mesti nunggu hari / minggu selanjutnya dan kami harus membayar setiap seminar yaitu Rp 250.000., dimana jurusan kami mengadakan 3 seminar yaitu seminar UP, seminar Draft dan Sidang Akhir, jadi total harus mengeluarkan Rp 750.000 dan mendapat kue kotak :) )

Lalu mulai lah lika liku proses skripsi gue, untuk penelitian gue sih alhamdulillah lancar walaupun proses perizinannya penuh operan.
Dan setelah skripsi gue seleasai, mulai lah gue bimbingan dengan dospem kedua, awal bimbingan gue disuruh tunggu kabar dan lamaaa gak ada kabar ada sebulan, setelah ditunggu akhirnya ada kabar dan gue revisi skripsi, lalu setelah selesai revisi gue serahin lagi dan... Dosen pembimbing gue tidak membuka bimbingan selama sebulan yang alhasil adalah gue gak dapet sidang bulan juli dan juga impian wisuda agustus sirna sudah.
Dan gue mulai menyerahkan lagi awal masuk kuliah, yang dimana dimulainya masa kuliah bulan agustus akhir. Jadi gue ada nganggur selama 2 bulan lebih.
Lagi, dospem gue menunda revisi yang artinya gue harus menunggu 3 minggu untuk mendapatkan hasil revisi gue.
Setelah gak sampai 4 kali revisi, gue di acc untuk selanjutkan bimbingan dengan dosen utama, gue disitu mulai hitung apakah gue dapet wisuda bulan november.
Dosen pembimbing utama gue ini sangaaaat baik dan pengertian, gue curhat sama dosen gue apa gue bisa kekejar untuk wisuda bulan november, dan beliau menjawab tidak bisa kekejar kalau baru mulai bimbingan di bulan september akhir.

Dan disitu gue mulai menyerahkan semuanya sama Allah, gue udah terserah aja Allah mau ngasih bulan apa tahun apa.
Tapi  yang bikin gue ambisius pengen lulus cepat dan gak tahan lama-lama gitu adalah dimana keluarga gue yang selalu menanyakan kapan gue lulus, sampai ada dimana gue gak pulang ke jakarta selama 2 bulan lebih karena gue bosan dan malas menjawab pertanyaan itu, untuk keluarga inti gue sih ngerti dan mereka udah gak pernah nanyain, tapi keluarga besar gue kayak om tante sodara dan embel - embel nya nanyain mulu.
Dan juga teman-teman gue yang udah pada lulus nanyain "nad kok belom sidang? Kan kayaknya lo udah UP dari lama deh sebelum gue"
Dan gue males banget jawabnya kalo pada nanya itu hahaha.

Gue sendiri bingung, gue padahal udah rajin dan selalu ada dan siap di nangor untuk bimbingan dan kalau disuruh revisi pun gue selalu coba seleasaiin secepatnya. Tapi Allah berkata lain, gue dapet dosen pembimbing yang memang terlalu santai haha.

Oke balik ke dosen pembimbing utama, beliau sangat baik dan kebapak-an sekali, kebetulan beliau juga ketua jurusan prodi gue. Beliau sangat komunikatif sekali dan tidak berbelit-belit ketika bimbingan. Dan yang bikin kaget adalah ketika beliau acc  yang dimana cuma 2 kali bimbingan dan belia bilang segera daftar draft biar bisa kekejar wisuda november.
subhanallah dospem utama gue ini baik bangeeeettt, padahal beliau sendiri yang bilang kalau gue gak kekejar wisuda november karena baru mulai bimbingannya telat.
lalu gue daftar dan dapat tanggal dimana kuota yang tanggal segitu hanya 3 orang yang daftar, alhasil gue dan yang lain diundur ke minggu depannya. Padahal tanggal segitu adalah tanggal yang tepat untuk gue bisa ngejar wisuda november (dijurusan gue jarak dari draft ke sidang akhir minimal 10 hari, dan penutupan pendaftaran wisuda itu tepat 10 hari lagi).

Disitu gue sempet kesel dan sedih dan kecewa, sampai-sampai waktu itu udah waktu ashar dan menjelang maghrib tapi gue diajak solat sama kang ed (senior) gak mau, jadi ceritanya gue tuh protes sama Allah padahal kan gak boleh ya. Disitu kebetulan ada kang ed, dia senior gue yang sudah gue anggap sebagai abang kedua. Disitu gue cerita sama kang ed, dan dia seperti biasa menghibur dengan ajakan makan donat. Dia ngajak solat tapi gue gak mau gak mau mulu.
 Sampai akhirnya gue pun solat juga dan disana gue udah gak kesel (masih sih tapi dikit) dalam doa gue (selain doain orangtua), gue gak minta apa - apa dan gak nagih juga protes apa - apa sama Allah, kata - katanya lebih tepat seperti berikut: "maaf ya Allah hamba sudah kecewa pada-Mu tadi, hamba sekarang terserah pada-Mu, terserah Engkau mau kasih kapan aja hamba terima, hamba ikuti rencana-Mu"

Abis solat akhirnya gue pamitan sama kang ed untuk pulang, selama perjalanan pulang ke kosan, gue mikir oh iya mungkin Allah kasih undur waktu biar gue lebih siap lagi dan gak malu-malu in nanti pas seminar, oke mungkin ini rencana Allah yang terbaik.
Sampai kosan dengan hati senang kembali setelah solat dan tentunya beli martabak keju coklat yang dimana pas di jalan gue kepikiran mau memanjakan diri sendiri yaitu beli martabak + selimutan dikamar sambil makan martabak + marathon nonton film yang baru gue ambil di kingkong.
Oke maghrib tiba dan gue solat, setiap  selesai solat (maghrib isya dan subuh)  gue berdoa lagi dengan kalimat yang sama dan dengan tambahan kalimat rasa terimakasih yang terdalam sama Allah. Gak ada lagi dalam doa gue meminta-minta untuk diri sendiri tapi hanya kalimat terserah dan berserah juga terimakasih kepada Allah (tentunya setelah doa untuk kedua orang tua).

Keesokan paginya gue terbangun dari tidur gue selesai solat subuh dan kaget ketika menemukan sms dari dosen pembimbing utama gue yang bilang untuk tetap diadakan seminar besok. Dan gue disuruh menginfokan ke dosen penguji gue, saat itu kira-kira jam setengah 9 lebih dan gue langsung telfon dosen penguji gue, dan... jeng jeng.. Dia bilang kalau besok dia tidak bisa hadir dan diadakan hari ini saja saya tunggu jam 10 dikampus.

Disitu gue belum menyiapkan ppt untuk seminar karena gue udah terlanjur kebawa suasana diundurnya seminar dan gue malamnya memanjakan diri dengan berleha-leha dan nonton film.
Gue buru-buru menyiapkan semuanya dari laptop sampai berkas-berkas penting biar gak bolak - balik dan disitu gue belum mandi. mana rok untuk gue seminar tuh gak gue bawa ditinggalin di jakarta, alhasil gue pake baju dress resmi gitu buat draft.

sampai dikampus Alhamdulillah semua berjalan lancar, dan dospem utama gue bilang kalau besok datang lagi kekampus untuk seminar draft dengan beliau dan sekretaris jurusan. alhasil gue satu-satunya yang draft dua kali.

lalu singkat cerita, dospem gue ini bilang kalau langsung siapin untuk sidang hari kamis depan dimana itu hanya seminggu gue mempersiapkan semuanya, dan revisian draft gue ini lumayan banyak.
keesokan hari nya, gue dateng kejurusan untuk kasih revisian dan gue pun meminta maaf pada beliau dan menjelaskan bahwa gue gak siap untuk sidang kamis depan dan juga gue mengucapkan terimakasih kepada beliau karena sudah mengusahakan gue draft sejauh ini, dan yang lega nya beliau sama sekali gak marah dan tersenyum sambil berkata "yasudah kamu persiapkan dengan matang"
gue bangga dan beruntung banget dapet dospem utama yang sangat baik.

ketika gue sudah siap untuk sidang dan tinggal minta ttd dan acc dospem, beliau tidak ada di kampus selama 1 mingguu, suatu ketika, dospem utama gue sms, dan mengatakan ia tunggu di kampus dago pagi-pagi dan bawa semua berkas yang harus di ttd dikarenakan beliau akan pergi keluar kota selama seminggu. dan keesokannya ketika gue sampai disana, gue udah ditungguin sama beliau di depan ruangannya, dimana beliau seperti buru-buru mau pergi, padahal gue datang tepat waktu malah cepat 2 menit. memang beliau itu orang yang sangat tepat waktu, dan gue juga tepat waktu hehe.

alhamdulillah akhirnya gue sidang akhir juga, dan alhamdulillah juga skripsi ku mendapatkan nilai A, dan fyi, untuk dospem kedua gue dari awal sampai akhir tidak ada ngaruhnya apa-apa sama skripsi gue, justru dospem utama yang berperan sangat besar untuk gue, juga penguji gue juga berperan besar.
alhamdulillah nilai gue tidak mengecewakan dan pelan-pelan asal kelakon.




hehehehe wassalam

Tidak ada komentar:

tidak peduli yang lalu, tidak pula akan datang saat ini, sekarang, ialah hal yang paling utama. tersadar bahwa hidup yang sebenar-benarnya